Minggu, 17 April 2011

Presiden Universitas Kaist Minta Maaf

SEOUL - Pada sebuah konferensi pers setelah kematian mahasiswanya, Presiden Universitas Kaist Nam Pyo Suh menyatakan penyesalan dan berencana mengubah kebijakan biaya kuliah di kampusnya.

"Semua pejabat Kaist, termasuk saya, merasa sedih dan kepahitan yang tak terlukiskan. Kami menundukkan kepala dan meminta maaf kepada semuanya, orangtua dan mahasiswa," kata Suh seperti dikutip dari situs Joongangdaily, Rabu (13/4/2011).

Suh berencana menghapus kebijakan beasiswa berdasarkan nilai. Mulai semester berikutnya, kampusnya akan memberikan semua mahasiswa biaya pendidikan sepenuhnya selama empat tahun.

Meski tidak ada data pasti keterkaitan bunuh diri dengan biaya kuliah, Presiden Dewan Mahasiswa Kaist Gwak Yeong-chul meyakini ini saling terkait.

“Meskipun empat mahasiswa memiliki alasan sendiri untuk menghentikan hidup mereka, saya pikir persaingan yang ketat di kampus mempengaruhi. Karena kebijakan persaingan yang memprovokasi, seperti beasiswa berdasarkan nilai serta kuliah wajib dalam bahasa Inggris, mahasiswa tidak mau bergaul dan berpartisipasi dalam masyarakat,” jelasnya.

Beberapa profesor dari Seoul National University, universitas elit lainnya di Korea mengecam keras Suh. Menurut mereka, Suh memiliki ide yang kekanak-kanakan dan terlalu sederhana, bahwa jika siswa dibebani oleh beasiswa berdasarkan nilai, mereka akan konsentrasi untuk belajar. Ini adalah sebuah konsep pendidikan yang fokus pada persaingan yang salah.(rhs)


sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/04/12/417/445288/presiden-universitas-kaist-minta-maaf

Mendiknas: Silakan Proses Secara Hukum

JAKARTA - Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) M Nuh mempersilakan proses hukum atas pejabatnya yang tersandung kasus korupsi.

"Silakan proses hukum berjalan seperti logika hukum. Kami akan menghormati proses itu," kata Nuh di Gedung Kemendiknas, Jumat (14/4/2011).

Meski begitu, Nuh menambahkan, Kemendiknas akan tetap memberikan pendampingan hukum bagi pegawainya yang tersandung masalah hukum. "Pendampingan itu masih hak mereka. Yang jelas, kami tidak akan mengintervensi dari aspek hukum," imbuhnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Agung menahan empat pejabat Kementerian Pendidikan Nasional terkait dugaan korupsi pelaksanaan lomba keterampilan siswa (LKS) SMK XVII dan pameran SMK pada Kementerian tersebut. Akibat perbuatan para tersangka, negara dirugikan sebesar Rp2 miliar.

Keempat tersangka yang telah dilakukan penahanan adalah Joko Sutrisno selaku Direktur Pembinaan SMK pada Kemendiknas, Susilowati selaku pejabat pembuat komitmen, Sujo Wiyanto yang menjabat sebagai penanggungjawab kegiatan, dan Al Azhar selaku bendahara pengeluaran pembantu.

“Untuk Joko Sutrisno dilakukan penahanan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Agung, Susilowati ditahan di Rutan Pondok Bambu Jakarta Timur, Suko Wiyanto dan Al Azhar ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan,” papar Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung Noor Rachmad yang ditemui di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Kamis 14 April kemarin.(rhs)


sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/04/15/373/446531/mendiknas-silakan-proses-secara-hukum

Persiapan UN Bikin Stres, Apalagi Nunggu Hasilnya

JAKARTA - Mulai Senin, 18 April 2011 hingga tiga minggu ke depan, 10.409.562 anak-anak Indonesia dari tingkat SD/MI hingga SMA/MA dan SMK akan menjalani Ujian Nasional.

Berdasarkan pengaduan yang masuk ke KPAI dan hasil pantauan di lapangan, masih banyak ditemukan fakta dan praktek sebelum, pada saat dan setelah UN, yang tidak sesuai dengan prinsip perlindungan anak.

"Selain itu, banyak anak yang semestinya bisa ikut UN terpaksa tidak bisa mengikuti karena menjadi korban perkosaan, berhadapan dengan hukum, atau sedang berada di lapas (penjara) anak," ujar Komisioner Bidang Pendidikan
Dra. Badriyah Fayumi, Lc, MA, dalam keterangan tertulisnya kepada okezone, di Jakarta, Sabtu (17/4/2011).

Menurut Badriyah, sebelum UN banyak anak dan orang tuanya begitu stres karena khawatir tidak lulus. Maka, pelajaran tambahan dan bimbingan belajar yang bagi sebagian orang tua terasa mahal pun diikuti. Di sisi lain, pelajaraan yang tidak di-UN-kan yang sesungguhnya tidak kalah penting atau menjadi minat anak terabaikan. Pengajian sore dan malam hari juga ditinggalkan. "Semua demi UN," imbuhnya.

Pada saat ujian berlangsung, praktek tidak jujur seperti kebocoran soal, pemberitahuan jawaban secara kolektif atau berantai, pengisian jawaban yang kosong oleh oknum guru, serta manipulasi nilai masih banyak terjadi. Hal ini berakibat sangat fatal.

Anak sudah belajar menghalalkan segala cara demi tercapainya tujuan yang diinginkan. Sementara itu anak yang sungguh-sungguh belajar merasa frustrasi karena menyaksikan anak-anak yang tidak belajar bisa mendapatkan nilai lebih tinggi.

Setelah pengumuman, banyak anak stres dan depressi karena merasa semua usahanya selama tiga tahun sia-sia dan malu pada teman-temannya.

Begitu luar biasanya upaya anak Indonesia dan banyaknya pihak yang harus berkorban atau dikorbankan karena UN ini.(rhs)

http://kampus.okezone.com/read/2011/04/17/373/446924/persiapan-un-bikin-stres-apalagi-nunggu-hasilnya
sumberr :

Ahmad Dhani Tak Kapok Pakai Simbol Yahudi

JAKARTA - Salah satu penyebab Ahmad Dhani dituding pengikut Yahudi adalah kegemarannya menggunakan simbol-simbol Yahudi. Walau begitu, pentolan Dewa 19 ini tak kapok memakai atribut simbol agama, termasuk Yahudi.

Tak hanya sering memakai simbol-simbol kontroversial di baju atau aksesori miliknya, Dhani juga sering memuat simbol-simbol kontroversial di cover album Dewa. Akibat tingkahnya itu, Dhani pernah dituding budayawan Islam Ridwan Saidi sebagai agen Zionis dan Yahudi.

"Jadi begini, sebenarnya saya itu seniman. Apa sih yang dihasilkan musisi? Yang dihasilkan adalah musik dan lirik. Yang membuat lambang-lambang itu kan ada beberapa seperti album yang ketiga dibuat Dimas Jayadiningrat yang ada dewa Hourus. Jadi, yang membuat itu bukan saya. Saya tidak terlalu mempermasalahkan mau pakai simbol apa saja," papar Dhani di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (18/3/2011) malam.

Mantan suami Maia Estianty itu heran, hanya dari cover album Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara menyimpulkan dirinya berafiliasi dengan kelompok Zionis dan Yahudi.

"Yang saya buat adalah lirik. Jadi, kalau mau menilai saya itu dari lirik saya. Saya yakin memang ada tujuan lain menghubung-hubungkan saya dengan Yahudi. Itu salah alamat," tegasnya.

Dhani mendapat kiriman buku berisi bom yang diterima pada Selasa, 15 Maret 2011, yang ditujukan ke kantor Republik Cinta Manajemen (RCM). Namun, paket baru dibuka pada Kamis, 17 Maret 2011. Buku berisi bom itu lalu diledakkan Tim Gegana.

Buntut dari bom itu, ayah tiga anak ini melaporkan Ridwan Saidi dan Rizki Ridyasmara. Mereka adalah penulis buku berjudul Fakta dan Data

sumber :: http://celebrity.okezone.com/read/2011/03/19/33/436584/ahmad-dhani-tak-kapok-pakai-simbol-yahudi

Sabtu, 16 April 2011

Samuel Rizal Takut Langgar Kontrak Eksklusif

JAKARTA - Artis muda Samuel Rizal sepertinya tidak ingin beranjak dari rumah produksi yang telah mengontraknya secara eksklusif.

"Lagi ekslusif di Soraya kan, jadi lagi nungguin proyeknya gitu. Berusaha komitmen saja," kata Samuel Rizal saat ditemui di Celebrity Fighter, PIM 2, Pondok Indah, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Tak dipungkiri, jika sahabat Shandy Aulia ini banyak kedatangan tawaran, tapi dia sadar diri. Mantan pemain basket ‘Satria Muda’ ini tetap komitmen menyelesaikan kontrak eksklusif tersebut.

"Tawaran sih banyak, cuma kan gue sadar saja. Kan gue dikontrak eksklusif," paparnya.

Pria yang gemar bermain bola basket ini pun selalu mengasah karakter yang ada dengan kehidupannya sehari-hari.

sumber : http://celebrity.okezone.com/read/2011/04/15/34/446508/samuel-rizal-takut-langgar-kontrak-eksklusif

Perampok di Tangerang Perkosa dan Bunuh Pembantu

TANGERANG - Perampokan sadis yang terjadi di perumahan mewah, di Jalan Boulevard, Block DG 2, Nomor 118, RT 01/14, Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, mengakibatkan dua orang tewas.

Dua orang pembantu rumah tangga, bernama Sarni dan Maryani ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan. Tangannya terikat kebelakang dalam keadaan telanjang dan kepalanya bocor terkena pukulan benda tumpul.

Kepolres Metro Tangerang Kombes Tavip Julianto mengatakan, kedua jenazah korban ditemukan di dalam garasi. Korban tewas dipukul dengan menggunakan tabung gas.

Saat dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas menemukan satu kondom yang digunakan perampok untuk memperkosa korban.

"Barang bukti yang ditemukan, satu kondom bekas yang dipakai untuk memperkosa salah seorang korban," ujar Tavip, kepada okezone, Sabtu (16/4/2011).

Tavip menambahkan, pihaknya masih belum mengetahui berapa besar kerugian dan barang yang diambil perampok. Karena pemilik rumah masih belum bisa ditemui.

"Pemilik rumah bernama Kholiwyio. Dia bekerja sebagai pemborong," terangnya.

Dijelaskan, saat perampokan terjadi, sekira pukul 15.00 WIB, pemilik rumah sedang pergi. Dia tinggal bersama dua orang anaknya. Hingga kini petugas masih melakukan olah TKP.

sumber : http://news.okezone.com/read/2011/04/16/338/446846/perampok-di-tangerang-perkosa-dan-bunuh-pembantu

Beredar Kabar M Syarif Adalah Anak Buah Baasyir

CIREBON – Polisi hingga kini masih mencari tahu apakah pelaku peledakan bom di masjid Polresta Cirebon dilakukan oleh Muhammad Syarif atau bukan. Namun, beredar kabar Syarif diketahui sebagai kader Ustaz Abu Bakar Baasyir. Benarkah?

Sebagaimana pesan singkat yang beredar di kalangan wartawan Cirebon, Syarif saat ini tercatat sebagai kader Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) di Cirebon.

“Pelaku adalah termasuk anggota JAT Kota Cirebon. Sedangkan orangtua Muhammad Syarif a/n Srimulat telah dibawa ke Jakarta untuk dilakukan test DNA,” demikian psan tersebut, Sabtu (16/4/2011).

Namun, saat dikonfirmasi pihak JAT tidak membenarkan jika Syarif adalah kader JAT. “Kita tidak tahu soal itu. Kami belum bisa mengatakan apakah dia kader atau bukan, tapi tidak ada nama itu di kelompok kami,” kata Direktur JAT Media Center, Sonhadi, saat dikonfirmasi terpisah.

Sebagaimana diketahui, usai polisi menggelar jumpa pers dan menampilkan wajah dan ciri-ciri pelalaku bom bunuh diri, tiba-tiba seorang pria bernama Elang Rasid (61) mengaku bahwa pria tersebut adalah anggota keluarganya.

Menurut Elang Rasid (62) warga Gang Gajah Mada, Kelurahan Pekalipan, Kecamatam Pekalipan, foto pelaku bom bunuh diri yang disiarkan Mabes Polri tersebut mirip dengan M Syarif warga Blok Astanagari, Pekalipan, Cirebon.

“Dilihat dari foto yang disiarkan polisi di televisi mirip M Syarif,” ujar Rasid saat dijumpai dirumahnya di Blok Anstanagari, Pekalipan, Cirebon kepada wartawan, Sabtu (16/4/2011).

Bahkan, dia cukup yakin bahwa pelaku tersebut adalah Syarif, keponakannya sendiri. Dikatakan Rasid, bahwa kedua orangtua palaku bernama Ghofur (60) dan Ratu Srimulat.

sumber : http://news.okezone.com/read/2011/04/16/337/446763/beredar-kabar-m-syarif-adalah-anak-buah-baasyir

TPI Sah Milik MNC

JAKARTA – Klaim pihak Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut atas kepemilikan saham PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) yang sebelumnya didasarkan atas surat Pelaksana Harian Direktur Perdata Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) pada Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) sudah tidak berlaku.

Kemenkum HAM melalui kuasa hukumnya Sjafruddin dan Chandra Anggiat secara tegas membantah semua klaim kepemilikan Tutut atas saham TPI yang sebelumnya didasarkan atas surat tersebut. “Secara jelas disebutkan dalam surat, kemenkum HAM tidak pernah mengeluarkan surat keputusan yang bersifat final. Sehingga kepemilikan TPI masih ditangan MNC (Media Nusantara Citra),” kata Guru Besar Hukum dari Universitas Padjajaran I Gde Pantja.

Menurut Pantja, pihak Tutut sudah tidak memiliki dasar hukum untuk mengklaim kepemilikan saham atas TPI. Hal itu didasarkan atas penegasan Kemenkum HAM yang tertuang dalam surat jawaban tertulis yang dikirimkan kepada kuasa hukum TPI versi MNC, Hotman Paris Hutapea, pada 5 Agustus 2010.

Isi surat Kemenkum HAM antara lain membantah semua klaim dari kubu Tutut atas kepemilikan saham PT TPI. Sebelumnya, Kemenkumham dalam surat tertulisnya menyatakan secara tegas bahwa Dirjen AHU tidak pernah mengeluarkan surat keputusan yang bersifat final.

Menurut Dirjen AHU, surat yang pernah dikeluarkan bawahannya yaitu surat Plh Direktur Perdata Tertanggal 8 Juni 2010 tersebut bukan suatu keputusan dan tidak memenuhi syarat-syarat sebagai keputusan tata usaha negara. Sampai hari ini belum ada tindak lanjut atau keputusan apapun yang dikeluarkan oleh Kemenkum HAM yang bersifat final sebagaimana diklaim group Tutut.

Dengan demikian, lanjut Pantja, surat yang ditandatangani Plh Direktur Perdata Kemenkum HAM Rike Amavita yang dijadikan dasar pihak Tutut mengklaim TPI sudah tidak berlaku dengan dikeluarkannya surat jawaban dari Dirjen AHU melalui kuasa hukumnya Sjafruddin dan Chandra Anggiat.

Artinya, surat terbaru tersebut secara otomatis menjadikan MNC sebagai pemilik saham TPI sah. ”Sebenarnya sejak lama saya pernah bilang,tanpa ada pernyataan Kemenkum HAM pun saya sudah katakan surat itu tidak bisa dijadikan dasar,” tandasnya.
Pantja menambahkan, implikasi lainnya atas jawaban Kemenkum HAM itu juga memengaruhi pembentukan direksi TPI versi Tutut. ”Dengan sendirinya, begitu TPI tetap pada MNC maka direksi versi Tutut gugur. Kecuali, kalau Tutut mempunyai bukti lain,” tutur dia.

Saat disinggung apakah dengan adanya penegasan dari kemenkum HAM berarti aspek hukum menyangkut kepemilikan saham TPI sudah berakhir. Menurut dia, keluarnya surat tertulis dari kemenkum HAM bisa menjadi dasar kepemilikan saham TPI oleh MNC sah secara hukum.
Sebab, surat Plh Direktur Perdata yang awalnya diklaim sebagai surat pencabutan ternyata hanya surat korespondensi kepada pihak-pihak terkait. “Untuk saat ini tidak bisa dibantahkan, kecuali ada bukti baru yang bisa dihadirkan pihak Tutut,” jelasnya.

Senada juga diungkapkan Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Khairun, Ternate, Margarito Kamis. Menurut Margarito, perseteruan kepemilikan saham TPI antara pihak MNC dan pihak Tutut tidak bisa terlepas dari peran kemenkum HAM. Sebab, sudah ada kekeliruan pada saat pengeluaran surat pertama yang dikeluarkan kementerianya.

“Kalau memang itu surat korespondensi, seharusnya tidak bisa menyebutkan fakta. Apalagi sampai itu dijadikan dasar klaim oleh pihak tertentu atas kepemilikan pihak lain yang sebelumnya sudah diakui dengan dikeluarkanya surat keputusan,” kata dia.

Menurut Margarito, Menkum HAM tidak bisa lepas tangan dengan adanya persoalan tersebut. Apalagi ini sudah menyangkut persoalan hukum yang melibatkan instansi yang dinaunginya. Menkum HAM, lanjut dia, telah melanggar prinsip-prinsip administrasi negara.

Sebab, saat mengeluarkan surat tersebut tidak cermat, tidak detail, dan merusak prinsip berpengharapan pasti. “Menkum HAM harus taat hukum administrasi negara,” kata dia.
Sementara, Guru Besar Universitas Airlangga Hadjon juga menyatakan, Surat Plh Direktur Perdata Kemenkum HAM Rike Amavita yang digunakan Tutut sebagai dasar kepemilikan atas saham TPI batal demi hukum.

Sebab, sudah ada surat lanjutan yang menegaskan, surat sebelumnya tidak memiliki kekuatan hukum karena sifatnya hanya korespondensi. ”Surat itu batal demi hukum.Saya sudah lama katakan itu,”tegasnya.

Sebelumnya, Kemenkumham menegaskan, klaim Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut) atas kepemilikan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) tidak sah. Artinya, Direksi TPI versi Tutut dianggap cacat hukum dan tidak berhak atas kepemilikan TPI. Oleh karena itu, TPI secara sah tetap dimiliki oleh MNC.

Penegasan Kemenkumham tersebut tertuang dalam surat jawaban tertulis yang dikirimkan kepada kuasa hukum TPI versi MNC, Hotman Paris Hutapea, pada 5 Agustus 2010. Isi surat Kemenkumham antara lain membantah semua klaim dari kubu Tutut atas kepemilikan saham PT TPI.

Karena itu, rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB) tertanggal 23 Juni 2010 yang diselenggarakan Tutut sebagai dasar pengangkatan direksi TPI tidak sah. ”Kemenkum HAM telah memberikan jawaban tertulis pada 5 Agustus 2010 yang isinya membantah semua klaim dari kubu Tutut atas kepemilikan saham PT TPI,” tegas Hotman Paris Hutapea.

Hasil RUPS-LB versi Tutut memutuskan Japto S Soerjosoemarno sebagai Direktur Utama PT TPI dan Daniel Goenawan Reso sebagai wakil direktur utama. Lalu ada beberapa direktur lain, yakni Mohamad Jarman, dan Agus Ajafrudin. Sedangkan komisarisnya Syamsir Siregar. Tutut berpatokan pada surat yang dikeluarkan Plh Direktur Perdata Kemenkum HAM Rike Amavita tertanggal 8 Juni 2010.

Namun demikian, keluarnya surat tanggapan Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum (Dirjen AHU) melalui kuasa hukumnya Sjafruddin dan Chandra Anggiat membantah semua klaim kepemilikan Tutut atas TPI Dalam surat itu, secara tegas Kemenkum HAM membantah semua klaim dari kubu Tutut atas kepemilikan saham PT TPI yang didasarkan pada surat Plh Direktur Perdata Kemenkumham Rike Amavita.

Kemenkum HAM secara tegas menyatakan bahwa Dirjen AHU tidak pernah mengeluarkan surat keputusan yang bersifat final. Dengan dikeluarkannya surat tersebut, dasar klaim Tutut sebagai pemilik TPI tidak terbukti, cacat hukum, dan batal demi hukum. ”Surat Plh Direktur Perdata Rike Amavita bernomor AHU.2.AH. 03.04-114 A tertanggal 8 Juni 2010 bukan suatu keputusan,” tegas Hotman.

Dengan demikian, RUPS-LB versi Tutut cacat hukum dan batal demi hukum. Oleh karenanya, seluruh orang yang diangkat sebagai pengurus (direksi maupun komisaris) dalam RUPS-LB versi Tutut tidak sah. Selanjutnya Hotman Paris menganjurkan kepada seluruh Notaris,PPAT,direksi bank-bank di Indonesia dan seluruh instansi atau lembaga pemerintahan dan swasta lainnya untuk tidak membuat perikatan, akta, surat, atau keputusan apa pun dengan mendasarkan pada surat Plh Direktur Perdata Nomor AHU.2.AH.03.04- 114 A tertanggal 8 Juni 2010 tersebut. ”Hal itu untuk menghindari risiko tuntutan pidana dan perdata di kemudian hari,” terangnya.
(M Purwadi/Koran SI/ram)


sumber :: http://news.okezone.com/read/2010/08/17/337/363896/tpi-sah-milik-mnc

Pakar Hukum: Surat Plh Direktur Perdata Batal Demi Hukum

JAKARTA - Surat Plh Direktur Perdata Kemenkum HAM Rike Amavita yang digunakan Siti Hardianti Rukamana (Tutut) sebagai dasar kepemilikan atas saham PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI), dinilai batal demi hukum.
Hal itu ditegaskan Guru Besar Universitas Airlangga Hadjon saat dihubungi okezone, Senin (16/8/2010).

“Surat itu batal demi hukum. Saya sudah lama katakan itu,” katanya.

Seperti diketahui, Tutut menggunakan surat tersebut sebagai bukti kuat atas kepemilikan TPI. Namun jika ditilik dari segi hukum, apabila surat yang dijadikan dasar klaim itu batal demi hukum, maka secara otomatis hal ini juga berpengaruh ke hal lain.

Seperti dikatakan kuasa hukum TPI, Hotman Paris Hutapea, RUPS-LB tanggal 23 Juni 2010 yang diselenggarakan grup Tutut yang menjadi dasar pengangkatan direksi tidak sah (Japto S Soerjosoemarno, Daniel Goenawan Reso, Mohamad Jarman, Agus Sjafrudin), dan Komisaris tidak sah (H Syamsir Siregar) dan dasar klaim grup Mbak Tutut sebagai pemilik TPI, menjadi semakin terbukti cacat hukum dan batal demi hukum.

Hal itu merujuk pada jawaban Kemenkum HAM melalui kuasa hukumnya, Sjafruddin dan Chandra Anggiat, yang telah diumumkan pada publik.

Berikut isi pernyataan dari Kemenkum HAM tersebut:

Dirjen AHU tidak pernah mengeluarkan surat keputusan yang bersifat final. Menurut Dirjen AHU, surat yang pernah dikeluarkan bawahannya yaitu surat Plh Direktur Perdata Tertanggal 8 Juni 2010 tersebut bukan suatu keputusan dan tidak memenuhi syarat-syarat sebagai keputusan tata usaha negara dan sampai hari ini belum ada tindak lanjut atau keputusan apapun yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan HAM yang bersifat final sebagaimana diklaim group Mbak Tutut.

sumber : http://news.okezone.com/read/2010/08/16/337/363557/pakar-hukum-surat-plh-direktur-perdata-batal-demi-hukum

Direksi TPI Versi Tutut Cacat Hukum

JAKARTA - Kementerian Hukum dan HAM menyatakan bahwa klaim kubu Siti Hardianti Rukmana (Tutut) atas kepemilikan PT Cipta Televisi Pendidikan Indonesia (TPI) tidak sah. Dengan demikian, direksi TPI versi Tutut pun dianggap cacat hukum dan tidak sah.
Berdasarkan pengumuman publik yang disampaikan oleh kuasa hukum PT TPI Hotman Paris Hutapea, Senin (16/8/2010), Kemenkum HAM memberikan jawaban tertulis pada 5 Agustus 2010 yang isinya membantah semua klaim dari kubu Tutut atas kepemilikan saham PT TPI.

Dengan demikian, maka RUPS-LB tanggal 23 Juni 2010 yang diselenggarakan group Mbak Tutut yang menjadi dasar pengangkatan direksi tidak sah (Japto S Soerjosoemarno, Daniel Goenawan Reso, Mohamad Jarman, Agus Sjafrudin) dan Komisaris tidak sah (H Syamsir Siregar) dan dasar klaim group Mbak Tutut sebagai pemiliki TPI menjadi semakin terbukti cacat hukum dan batal demi hukum, dengan alasan:

1. Group Mbak Tutut mendalilkan bahwa dasar dibuatnya RUPS-LB versi Tutut adalah dengan seolah-olah sudah ada keputusan dari Kementerian Hukum dan HAM cq. Surat Plh Direktur Perdata Nomor AHU.2.AH.03.04-114 A tertanggal 8 Juni 2010 yang dibuat atas nama Dirjen AHU.
2. Ternyata bertolak belakang dari dalil Group Mbak Tutut tersebut, kuasa hukum Dirjen AHU Kementerian Hukum dan HAM dengan jawaban tertanggal 5 Agustus 2010 telah menjawab dengan tegas bahwa baik Plh Direktur Perdata maupun Dirjen AHU belum pernah mengeluarkan keputusan yang bersifat final, dan surat Plh Direktur Perdata Nomor AHU.2.AH.03.04-114 A tertanggal 8 Juni 2010 bukan suatu keputusan.
3. Dengan demikian, RUPS-LB versi Mbak Tutut tersebut cacat hukum dan batal demi hukum, karena dasar pembuatannya adalah Surat Plh Direktur Perdata Nomor AHU.2.AH.03.04-114 A tertanggal 8 Juni 2010 yang bukan merupakan surat keputusan. Oleh karenanya seluruh orang yang “diangkat” sebagai pengurus (Direksi maupun Komisaris) dalam RUPS-LB versi group Mbak Tutut tersebut, yaitu “Direksi Tidak Sah” (Japto S Soerjosoemarno, Daniel Goenawan Reso, Mohamad Jarman, Agus Sjafrudin) dan Komisaris tidak sah (H. Syamsir Siregar) adalah bukan pengurus TPI.

Selanjutnya Hotman Paris menganjurkan, kepada seluruh Notaris, PPAT, direksi bank-bank di Indonesia dan seluruh instansi atau lembaga pemerintahan dan swasta lainnya untuk tidak membuat perikatan, akta, surat atau keputusan apapun dengan mendasarkan pada surat Plh Direktur Perdata Nomor AHU.2.AH.03.04-114 A tertanggal 8 Juni 2010 tersebut.

Hal itu, lanjut Hotman, untuk menghindari risiko tuntutan pidana dan perdata di kemudian hari.

sumber : http://news.okezone.com/read/2010/08/16/337/363310/direksi-tpi-versi-tutut-cacat-hukum

Mbak Tutut Belum Berhak Ambil Alih TPI

JAKARTA - Kubu Siti Hardiyanti Rukmana alis Mbak Tutut masih belum berhak mengambil alih kantor TPI dan mengubah nama MNCTV menjadi TPI atas nama putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Pendapat di atas ditegaskan oleh Guru Besar Hukum Universitas Padjajaran (Unpad) Prof Gde Pantja dalam perbincangan dengan okezone di Jakarta, Minggu (17/4/2011).

“Selama proses hukum masih berlangsung tindakan apa pun yang dilakukan oleh yang bersangkutan terhadap TPI tentu berada di luar koridor hukum. Ini namanya risiko menempuh upaya hukum, tak bisa dalam waktu relatif singkat putusan pengadilan terwujud. Mau tak mau harus menunggu sampai ada putusan akhir,” terangnya.

Prof Pantja menegaskan proses hukum TPI masih berlangsung. Putusan banding di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat beberapa waktu lalu, masih belum bersifat final atau inkrah. Pihak-pihak yang keberatan dengan putusan tersebut masih bisa mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung.

“Setelah Kasasi juga masih bisa dilakukan proses hukum apabila ada novum. Yaitu melalui mekanisme peninjauan kembali. Jadi prosesnya masih panjang,” bebernya.

sumber : http://news.okezone.com/read/2011/04/17/339/446915/mbak-tutut-belum-berhak-ambil-alih-tpi

PLN Lolos ke Babak Empat Besar

JAKARTA - Jakarta Electric PLN semakin berkibar di kompetisi Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011. Mereka kembali memenangani laga kedelapan dengan mengalahkan Bontang LNG Badak 3-0 (25-14, 25-14, 25-13) di GOR C-Tra Arena, Bandung, Minggu (3/4/2011).

Pencapaian itu membuat PLN semakin tegar di puncak klasemen sementara dengan nilai 16, sedangkan Bontang tetap menjadi juru kunci dengan nilai 8. PLN sudah pasti ke babak empat besar. Sementara Bontang sudah tidak mungkin ke babak berikutnya.

"Pertandingan sudah 8 kali dan kami belum juga menang. Melawan PLN, kami kalah kualitas individu dan pengalaman. Mereka sudah tujuh tahun ikut Proliga, sedangkan kami tim baru," kata Asisten Pelatih Bontang Dedy R Johan.

Asisten pelatih PLN Luciana Taroreh mengatakan, timnya memang sengaja menurunkan pemain lapis kedua di pertengahan masing-masing set dalam laga itu.

"Kami ingin memberi kesempatan kepada pemain yang jarang tampil, supaya mereka merasakan atmosfir laga," kata Luciana.


sumber : http://sports.okezone.com/read/2011/04/03/43/441904/pln-lolos-ke-babak-empat-besar

ctric Belum Tersentuh Kekalahan

JAKARTA – Tim voli putri Jakarta Electric PLN belum tergoyahkan di posisi puncak klasemen sementara Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011. Electric semakin kokoh setelah menundukkan saingan terdekatnya, Jakarta Popsivo Polwan, 3-2 (25-19, 18-25, 25-19, 13-25, 15-6) seri ketiga putaran kedua di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu (16/4/2011).

Kemenangan atas Popsivo itu sekaligus membuka peluang Electric menjuarai putaran kedua. Jika Electric mampu menumbangkan Jakarta TNI AU, Minggu (17/4/2011), maka dipastikan tim asuhan Tian Mei itu menjadi juara putaran kedua. Seperti diketahui, Electric menjuarai putaran pertama putri.

Hasil di hari kedua itu juga tetap mempertahankan rekor tidak terkalahkan dari Berlian Marshella dkk musim ini. Electric sudah mengantongi 11 kemenangan dari seluruh laga yang digelar.

Menurut Asisten Pelatih Electric Luciana Taroreh, timnya tidak tidak akan mengalah dari Jakarta TNI AU meski timnya sudah dipastikan maju ke babak empat besar. “Melawan TNI AU, kami akan tetap ingin menang. Walaupun pertandingan itu sudah tidak berpengaruh lagi, anak-anak tetap ingin menang,” kata Luciana seusai pertandingan.

Luciana mengatakan timnya tidak akan melepas pertandingan tersebut. “Anak-anak akan berupaya keras merealisasikan kemenangan di pertandingan terakhir. Sebab, kemenangan itu akan menjadi modal bagus saat tampil di babak empat besar,” tuturnya.

Sementara Pelatih Popsivo M Anshori mengaku set kelima tim asuhannya lengah berkat kemenangan pada set keempat. “Terus terang anak-anak lengah pada set kelima itu. Tapi saya menyadari Electric memiliki pemain yang cerdas,” kata Anshori.


sumber : http://sports.okezone.com/read/2011/04/16/43/446845/electric-belum-tersentuh-kekalahan

Free Practice III GP China Vettel Belum Tergoyahkan

SHANGHAI - Sebastian Vettel belum tergoyahkan di tiga sesi latihan jelang seri Grand Prix China, Minggu (17/4/2011) besok. Pembalap Red Bull Racing kembali menyegel posisi pembalap tercepat pada sesi free practice III, Sabtu (16/4/2011).

Pembalap muda Jerman yang sebelumnya juga tampil sebagai yang tercepat di sesi latihan pertama dan kedua, kembali menampilkan performa sempurna pada sesi latihan terakhir kali ini. Vettel kembali mencatatkan waktu terbaik dengan torehan waktu 1 menit 34.968 detik.

Dengan kesuksesan ini, Vettel pun berpotensi besar kembali mengamankan pole positions dan merebut kemenangan ketiganya musim ini secara beruntun, atau yang kelima sejak musim lalu. Sebelumnya, Vettel diketahui menjadi juara pada dua seri pembuka di GP Australia dan Malaysia.

Pembalap McLaren Jenson Button menjadi satu-satunya pembalap yang mampu menyaingi Vettel pada sesi kali ini. Pembalap McLaren yang juga juara dunia 2009, berhasil mengamankan posisi kedua dengan hanya terpaut 0,208 detik di belakang Vettel. Rekan setim Button, Lewis Hamilton yang di sesi sebelumnya berhasil menempati posisi dua, harus rela tergusur ke posisi ketiga.

Nico Rosberg mencatatkan hasil konsisten dengan kembali menempati posisi empat, sama seperti yang didapatnya di sesi latihan kedua. Sayang, rekan setim Rosberg di Mercedes, Michael Schumacher gagal menampilkan performa stabil. Pembalap legendaris dengan tujuh titel juara ini harys terlempar ke posisi sembilan setelah sebelumnya menempati posisi lima di sesi latihan kedua.

Ferrari nampaknya masih belum menemukan settingan terbaiknya memasuki balapan di Shanghai, besok. Skuad asal Italia ini masih belum juga mampu menyaingi kecepatan dua rival utamanya, McLaren dan Red Bull. Pembalap andalan Fernando Alonso memang mencatatkan hasil jauh lebih baik dari hari pertama (posisi 14), dan menempati posisi enam, di belakang Felipe Massa di tempat kelima. Namun, ini bukanlah hasil yang ideal but tim sekelas Ferrari yang mengusung ambisi menjuarai musim ini.

Renault terus menunjukkan kualitasnya sebagai salah satu kuda hitam musim ini dengan menempatkan pembalapnya, Vitaly Petrov di peringkat tujuh. Pembalap muda Paul di Resta berhasil mencatatkan hasil cukup baik di hari ulang tahunnya yang ke-25, dengan melengkap daftar 10 pembalap teratas di sesi latihan terakhir, atau dua jam sebelum babak kualifikasi digelar.

sumber : http://sports.okezone.com/read/2011/04/16/37/446717/vettel-belum-tergoyahkan

Jelang F1GP China Pirelli: Strategi Satu Pitstop, Mungkin di Shanghai

SHANGHAI - Sejauh dua seri yang telah dihelat musim ini, setiap tim minimal dua kali mengganti ban untuk menyelesaikan lomba. Namun, Pirelli selaku supplier tunggal ban F1 memberikan kabar bagus buat seluruh tim.

Paul Hembery, Direktur motorsport Pirelli mengatakan, balapan di sirkuit Shanghai, China Minggu (17/4/2011) besok, setiap tim berpeluang hanya mengambil satu kali pitstop. Hal ini dikemukakan Hembery menyusul peningkatan performa ban Pirelli, menyusul keluhan sejumlah tim karena strategi pitstop yang berantakan di GP Sepang, Malaysia akhir pekan lalu.

“Dari apa yang kami pelajari di sini, kondisi trek di sini (Shanghai) jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan Sepang,” papar Hembery usai menyaksikan para pembalap melakukan sesi latiha hari Jumat, kemarin.

“Di sini, ban tipe keras (hard tyre) mungkin bisa bertahan selama 20 lap pada sesi Jumat, dan yang lembut bisa melahap 13 lap. Dari sini, jika tim mampu melahap 20 lap pada saat latihan, mungkin berpikir setiap tim bakal mengambil strategi satu kali pitstop, strategi agresif,” sambungnya dikutip Autosport, Sabtu (16/4/2011).

Seperti diketahui, pada GP Malaysia kemarin, Pirelli memang sempat menuai ktirikan lantaran membuat strategi pitstop sejumlah tim berantakan. Tim Sauber melakukan strategi nekad dimana pembalapnya Sergio Perez hanya mengambil satu kali pit, sementara tim lain umumnya melakukan dua hingga tiga kali pergantian.

“Sejauh pengetahuan saya, umumnya setiap tim menerapkan strategi dua kali pitstop. Satu-satunya yang jadi pertanyaan kini adalah, mungkin tim yang lebih cepat bisa mengambil hingga tiga kali pitstops karena performa mereka mengalami peningkatan,” kilahnya.

sumber : http://sports.okezone.com/read/2011/04/16/37/446724/pirelli-strategi-satu-pitstop-mungkin-di-shanghai

Electric Belum Tersentuh Kekalahan

JAKARTA – Tim voli putri Jakarta Electric PLN belum tergoyahkan di posisi puncak klasemen sementara Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011. Electric semakin kokoh setelah menundukkan saingan terdekatnya, Jakarta Popsivo Polwan, 3-2 (25-19, 18-25, 25-19, 13-25, 15-6) seri ketiga putaran kedua di GOR Sritex Arena Solo, Sabtu (16/4/2011).

Kemenangan atas Popsivo itu sekaligus membuka peluang Electric menjuarai putaran kedua. Jika Electric mampu menumbangkan Jakarta TNI AU, Minggu (17/4/2011), maka dipastikan tim asuhan Tian Mei itu menjadi juara putaran kedua. Seperti diketahui, Electric menjuarai putaran pertama putri.

Hasil di hari kedua itu juga tetap mempertahankan rekor tidak terkalahkan dari Berlian Marshella dkk musim ini. Electric sudah mengantongi 11 kemenangan dari seluruh laga yang digelar.

Menurut Asisten Pelatih Electric Luciana Taroreh, timnya tidak tidak akan mengalah dari Jakarta TNI AU meski timnya sudah dipastikan maju ke babak empat besar. “Melawan TNI AU, kami akan tetap ingin menang. Walaupun pertandingan itu sudah tidak berpengaruh lagi, anak-anak tetap ingin menang,” kata Luciana seusai pertandingan.

Luciana mengatakan timnya tidak akan melepas pertandingan tersebut. “Anak-anak akan berupaya keras merealisasikan kemenangan di pertandingan terakhir. Sebab, kemenangan itu akan menjadi modal bagus saat tampil di babak empat besar,” tuturnya.

Sementara Pelatih Popsivo M Anshori mengaku set kelima tim asuhannya lengah berkat kemenangan pada set keempat. “Terus terang anak-anak lengah pada set kelima itu. Tapi saya menyadari Electric memiliki pemain yang cerdas,” kata Anshori.

sumber :: http://sports.okezone.com/read/2011/04/16/43/446845/electric-belum-tersentuh-kekalahan

Monte Carlo Masters 2011 Ferrer Tantang Nadal di Final

MONACO - Rafael Nadal akan menantang David Ferrer di partai final Monte Carlo Masters 2011. Tiket diraih, setelah kedua petenis asal Spanyol menumbangkan lawan-lawannya di semifinal.

Pertandingan sengit harus dijalani Nadal saat berjadapan dengan Andy Murray. Petenis nomor wahid dunia itu, menumbangkan Murray melalui pertarungan tiga set 6-4 2-6 6-1, dalam sebuah pertandingan yang melelahkan.

"Ini merupakan sebuah pertandingan yang penuh fisik," demikian komentara Nadal selepas pertandingan kepada wartawan, sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (17/4/2011).

Pada babak pamungkas, Nadal akan bertemu dengan Ferrer, yang berhasil lolos setelah menyudahi perlawanan Juergen Melzer 6-3 6-2. Perlu diingat, Melzer adalah lawan yang menaklukan Roger Federer pada babak perempatfinal.

Dengan demikian, maka duel sesama petenis dari Spanyol ini mengulangi pertarungan pada final tahun lalu. Sebelumnya, Nadal berhasil merebut gelar keenam di Monte Carlo Masters, setelah mengalahkan Fernando Verdasco di partai puncak.

Ferrer mengaku bukan sebuah perkejaan gampang mengalahkan Nadal. "Sangat sulit mengalahkan Nadal. Sebab, dia adalah petenis terbaik di lapangan tanah liat," tandasnya.

sumber : http://sports.okezone.com/read/2011/04/17/39/446881/ferrer-tantang-nadal-di-final

Mekanik Ferrari Alami Sakit

SHANGHAI - Kabar tak sedap menghampiri kubu Ferrari. Salah seorang mekanik Tim Kuda Jingkrak tengah mengalami pembekakan pembuluh darah.

Hal itu diutarakan tim principal Stefano Domenicali, setelah tim asal Italia mengikuti sesi kualifikasi di Sirkuit Shanghai, China, Sabtu (16/4/2011) kemarin, di mana Fernando Alonso dan Felipe Massa berhasil menempati peringkat lima dan enam.

"Saya ingin mengekspresikan hasil positif kami buat salah seorang mekanik bernama Paolo Santarsiero, yang mengalami sakit pembekakan pembuluh darah pada Kamis kemarin," demikian pernyataan Domenicali dilansir Reuters, Minggu (17/4/2011).

"Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh tim mekanik, yang bereaksi sangat tepat dan efesien dalam menjalankan prosedur. Insiden seperti ini, membuat kami menyadari apa yang menjadi prioritas dalam kehidupan," lanjutnya.

Perlu diketahui, sejak mengikuti balapan di Brasil, November tahun lalu, Ferrari sudah tidak naik podium lagi. Tak heran, Tim Kuda Jingkrak sangat berharap mampu meraih podium pada balapan Grand Prix China, nanti sore WIB.

Sementara itu, Sebastian Vettel untuk ketiga kalinya kembali meraih podium di Grand Prix China. Bintang Red Bull itu, lagi-lagi secara fantastis berhasil mengungguli dua pembalap McLaren, Jenson bitton dan Lewis Hamilton.

sumber : http://sports.okezone.com/read/2011/04/17/37/446891/mekanik-ferrari-alami-sakit

murr dan Paku Sekuku di Tubuh Herukoco

JAKARTA - Serpihan yang melukai tubuh Kapolresta Cirebon AKBP Herukoco bukan hanya serpihan biasa. Serpihan yang masih tertinggal di tubuh Heru berupa serpihan mur dan paku.

Hal itu diungkap pihak Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dalam konferensi pers, Jakarta, Minggu (17/4/2011).

"Ya sekuku (telunjuk) ini. Yang di dalam (tubuh) sih satu. Yang di tangan juga mur. Paku satu," ungkap Wakil Direktur RSPP Djoko Listiono Linggo dalam konferensi pers di RSPP, Jakarta, Minggu (17/4/2011).

Seperti diketahui, setelah terkena ledakan bom di masjid yang berada di Kompleks Mapolresta Cirebon, Herukoco langsung menjalani perawatan di rumah sakit setempat.

Beberapa serpihan yang mengenai bagian belakang tubuh telah diangkat. Namun beberapa serpihan masih tertinggal dan memerlukukan penanganan yang lebih serius.

"Pasien ini riwayatnya 2 kali pengangkatan, emergency di Cirebon, dilakukan di bedah umum. Mungkin karena yang satu ini agak serius membutuhkan fasilitas rumah sakit yang lebih lengkap," tuturnya.

sumber :: http://news.okezone.com/read/2011/04/17/337/446920/mur-dan-paku-sekuku-di-tubuh-herukoco

Bom Cirebon Bukti Sistem Pemerintahan Tak Berjalan

JAKARTA - Bom di Cirebon, membuktikan sistem yang dikelola pemerintah tidak berjalan dengan baik, hingga pelaku leluasa masuk dan meledakkan bom di jantung markas aparat penjaga keamanan.

Pemerintah harus bergegas memperbaiki diri dan sepenuhnya berorientasi pada kepentingan masyarakat agar peristiwa seperti bom di Cirebon dapat dicegah dan diminimalisir kemungkinannya.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPD GKR Hemas, dalam keterangan tertulis yang diterima okezone, Minggu (17/4/2011).

Bila dicemati dengan baik peristiwanya, lanjutnya, bom di Cirebon terjadi setelah adanya serangkaian peristiwa yang behubungan dengan bom, antara lain bom buku. Pada titik ini, mestinya kewaspadaan ditingkatkan secara penuh dan semua instrumen dalam sisten pertahanan semesta dijalankan untuk mengungkap. Namun, kejadian bom di Cirebon menunjukkan ada bagian yang tak berfungsi hingga mengakibatkan sistem tak berjalan efektif.

“Kejadian seperti ini juga mendatangkan kecurigaan masyarakat mengenai apa yang sesungguhnya menjadi prioritas, hingga keamanan dengan mudah dapat diganggu bahkan hingga di tengah markas kepolisian. Bom di Mesjid Mapolresta Cirebon itu jelas merupakan pesan bahwa pemerintah tak berdaya menghadapi ancaman sparatisme dan terorisme. Ini hendaknya segera dijawab dengan membuktikan bahwa sistem dan pengelolaan masih dapat diandalkan di negeri ini,” tulisnya.

Pemerintah hendaknya segera fokus dan benar-benar memprioritaskan pengungkapan serta penanggulangan kejadian serupa demi menjamin rasa aman masyarakat. Pada sisi lain, perlu meningkatkan secara maksimal orientasi pembangunan pada kepentingan masyarakat, hingga rakyat tak mudah terjerumus mempercayai dan melakukan tindakan yang merugikan keutuhan bangsa dan negara. Rakyat yang merasakan keadilan dan kesejahteraan adalah senjata paling ampuh untuk mencegah sparatisme dan terorisme.

“Teror tak akan selesai dengan dikutuk atau lontaran pernyataan-pernyataan. Teror harus diselesaikan dengan kemampuan menjalankan sistem, meningkatkan sikap profesional dan etos kerja aparat keamanan, serta kepemimpinan pemerintahan yang berwibawa, yang mampu bertindak tegas, cepat, dan efektif, pungkasnya.

sumber :: http://news.okezone.com/read/2011/04/17/337/446875/bom-cirebon-bukti-sistem-pemerintahan-tak-berjalan