Sabtu, 16 April 2011

PM Inggris: Oxford Memalukan! Hanna Meinita

LONDON - Perdana Menteri Inggris David Cameron menuding Oxford University memalukan. Pasalnya, universitas bergengsi ini hanya memiliki satu mahasiswa kulit hitam pada tahun akademik 2009-2010. Cameron menyatakan pendapat yang memicu kontroversi ini saat berargumen atas kebijakan pemerintah Inggris yang kontroversial mengenai kenaikan biaya kuliah.

Pada sebuah acara di Harrogate, North Yorkshire, Cameron ditanya efek kenaikan biaya uang kuliah maksimum menjadi 9.000 poundsterling per tahun pada siswa dari keluarga miskin. Dia menjawab, universitas top harus menarik siswa atas hal seperti ini.

“Saya melihat statistik yang menunjukkan hanya satu orang kulit hitam yang kuliah di Oxford tahun lalu. Saya pikir itu adalah hal yang tercela. Kita harus melakukan lebih baik dari itu,” ujarnya. Seperti dikutip dari situs The Independent, Rabu (13/4/2011).

Pernyataan Cameron dibantah pihak kampus. Menurut Juru Bicara Oxford University, pernyataan Cameron menyesatkan. Oxford menyatakan, pada tahun akademik 2009-2010, 41 mahasiswa kulit hitam menjalani perkuliahan strata-1 di kampus itu. Bahkan, 22 persen dari total mahasiswa Oxford berasal dari etnis minoritas.

Oxford juga menyatakan, 452 siswa kulit hitam di Inggris telah mencapai level A untuk memenuhi nilai minimum masuk kampus bergengsi ini untuk tahun akademik 2009-2010. Angka ini pertama kali muncul pada Oktober lalu yang disampaikan oleh Direktur Penerimaan Mahasiswa Oxford Mike Nicholson. Dia khawatir atas hasil tes penerimaan calon mahasiswa kulit hitam di kampus ini.

“Yang mengkhawatirkan saya adalah, hanya 71 mahasiswa kulit hitam Karibia di Inggris yang mencapai level tiga (level A) untuk masuk universitas dari total 36 ribu siswa yang berasal dari ras ini,” kata Nicholson.

Oxford merupakan satu dari 27 universitas yang akan membebankan kenaikan biaya kuliah sebesar 9.000 poundsterling per tahun pada September 2012. Dua pertiga dari semua universitas di Inggris menyatakan mereka akan mengikuti kebijakan pemerintah ini.

Sementara itu, bicara Downing Street (kantor Perdana Menteri Inggris) menyatakan, Cameron berusaha membuka “cara pandang yang luas”. Menurutnya, adalah tidak bisa diterima, universitas seperti Oxford memiliki sangat sedikit mahasiswa etnis kulit hitam dan minoritas.

Berdasarkan data, ada 16.591 mahasiswa di Oxford pada tahun akademik 2009-2010. Di antara jumlah itu, 12.671 merupakan kulit putih, 1.477 orang Asia, 1.098 keturunan China, 838 merupakan ras campuran dan 254 etnis lainnya. Mahasiswa kulit hitam tercatat hanya 253 orang dari strata-1 dan strata-2.

Ini berarti, hampir seperempat mahasiswa Oxford berasal dari etnis minoritas tetapi hanya 1,5 persen yang kulit hitam. Menurut sensus penduduk pada 2001, dua persen dari penduduk Inggris merupakan kulit hitam. (rfa)(rhs)


sumber : http://kampus.okezone.com/read/2011/04/12/373/445284/pm-inggris-oxford-memalukan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar